![]() |
ACEH | incomenews.id, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) terus mempercepat pemulihan jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Pangkalan Brandan–Langsa yang terdampak bencana hidrometeorologi Aceh–Sumatera Utara–Sumatera Barat tahun 2025. Hingga saat ini, progres fisik pekerjaan telah mencapai 80 persen dan ditargetkan selesai sesuai jadwal dengan energize pada akhir Juli 2026.
Pemulihan jalur transmisi tersebut dilakukan melalui pembangunan tower permanen pengganti, perbaikan komponen transmisi yang terdampak, serta penarikan konduktor baru yang terhubung dengan jaringan eksisting.
Pekerjaan ini dilaksanakan oleh PLN UIP SBU melalui UPP SBU 3 bersama kontraktor pelaksana PT Bugak Brawang Cemerlang (BBC), berkolaborasi dengan UPT Banda Aceh serta didukung oleh pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait.
General Manager PLN UIP SBU, Rizki Aftarianto, Kamis (25/6/2026) menyampaikan bahwa pemulihan jalur SUTT 150 kV Pangkalan Brandan–Langsa merupakan bagian dari upaya PLN dalam memperkuat keandalan sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera Bagian Utara pascabencana.
"Sejak terjadinya bencana hidrometeorologi pada tahun 2025, PLN terus melakukan berbagai langkah percepatan untuk memulihkan infrastruktur ketenagalistrikan yang terdampak. Melalui kerja keras seluruh insan PLN dan dukungan para pemangku kepentingan, progres pekerjaan saat ini telah mencapai 80 persen. Kami optimistis pemulihan jalur permanen SUTT 150 kV Pangkalan Brandan–Langsa dapat diselesaikan sesuai target guna memperkuat keandalan sistem interkoneksi Sumatera Bagian Utara," ujar Rizki.
Rizki menambahkan, keberadaan jalur transmisi tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik antara Provinsi Sumatera Utara dan Aceh sehingga proses pemulihan menjadi prioritas PLN.
"Pemulihan ini tidak hanya bertujuan mengembalikan kondisi jaringan seperti semula, tetapi juga memastikan pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor industri tetap andal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Utara dan Aceh," imbuh Rizki.
Sementara itu, Manager PLN UPP SBU 3, Andhika Putra Kusuma, menjelaskan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, kualitas konstruksi, dan koordinasi yang intensif dengan seluruh pihak terkait.
"Pekerjaan pemulihan dilakukan melalui inspeksi lapangan secara berkala, pembangunan tower permanen, perbaikan material transmisi, serta penarikan konduktor baru pada sejumlah titik yang terdampak bencana. Dengan dukungan seluruh stakeholder, progres pekerjaan berjalan sesuai rencana dan kami optimistis target energize pada akhir Juli 2026 dapat tercapai," jelas Andhika.
PLN terus melakukan pemantauan dan pengendalian pekerjaan secara intensif guna memastikan proses pemulihan berjalan sesuai target. Melalui upaya tersebut, PLN berkomitmen menjaga keandalan sistem kelistrikan dan menghadirkan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat di wilayah Sumatera Utara dan Aceh. (WM01)
