PLN Percepat Persiapan Operasi PLTA Peusangan Unit 1, Tambah 45 MW Listrik Hijau Untuk Aceh





ACEH TENGAH | incomenews.id, PT PLN (Persero) UIP SBU melalui PLN UPP SBU 2, terus mempercepat penyelesaian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan pasokan listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) di Provinsi Aceh. 


PLTA Peusangan Unit 1 berkapasitas 45 Megawatt (MW) telah memasuki tahap akhir persiapan pengoperasian. Setelah melalui proses pembangunan yang panjang dan penuh tantangan, proyek strategis ini memasuki tahap akhir menuju pengoperasian.


Perjalanan pembangunan PLTA Peusangan merupakan wujud komitmen dan kerja keras berbagai pihak dalam menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal bagi masyarakat. Dukungan pemerintah, pemangku kepentingan, serta masyarakat sekitar turut menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan proyek hingga saat ini.


General Manager PLN UIP SBU, Rizki Aftarianto, Kamis (25/6/2026) menyampaikan bahwa PLTA Peusangan merupakan salah satu proyek strategis PLN dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan Aceh sekaligus mendukung transisi energi melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

"PLTA Peusangan menjadi bagian penting dari upaya PLN dalam meningkatkan keandalan pasokan listrik di Aceh. Kehadiran pembangkit ini akan menambah kapasitas pembangkitan berbasis energi bersih, memperkuat sistem kelistrikan regional, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kami mengapresiasi dukungan seluruh pemangku kepentingan yang telah berkolaborasi sehingga proyek ini dapat mencapai tahap akhir menuju pengoperasian," ujar Rizki.


Rizki menambahkan bahwa pembangunan PLTA Peusangan merupakan bentuk komitmen PLN untuk menghadirkan listrik yang andal, ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi masyarakat. 


Menurutnya, tambahan daya sebesar 45 MW dari Unit 1 akan semakin memperkuat pasokan listrik di Aceh serta mendukung kebutuhan energi untuk berbagai sektor pembangunan di masa mendatang.


Sementara itu, Manager PT PLN (Persero) UPP SBU 2, Irsyad Ardhi, menjelaskan bahwa pembangunan Power House Unit 1 berkapasitas 45 MW telah memasuki tahap persiapan pengoperasian. 

“Saat ini, PLN tengah mempersiapkan proses pengisian air (impounding) sebagai bagian dari tahapan pengujian dan pengoperasian turbin pembangkit sehingga energi listrik yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Aceh,” bukanya


Menurut Irsyad, pengoperasian turbin memerlukan pasokan air yang memadai dari bendungan yang telah dibangun sebagai sumber energi utama pembangkit.

“Pembangunan bendungan yang berlokasi di Desa Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah telah selesai dilaksanakan. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu komponen utama yang mendukung operasional PLTA Peusangan.

Bendungan dengan luas genangan sekitar 65 hektare tersebut memiliki kapasitas tampungan kurang lebih 2,1 juta meter kubik air yang bersumber dari Danau Lut Tawar,” jelasnya.


"Selain untuk mendukung operasional pembangkit, kami juga memastikan ketersediaan aliran air bagi masyarakat tetap terjaga melalui pengaturan sistem pengelolaan air yang telah direncanakan secara terpisah dari kebutuhan turbin pembangkit. Sebagai bagian dari komitmen keselamatan, tim K3 PLN UPP SBU 2 telah memasang rambu-rambu peringatan di sejumlah titik area bendungan dan fasilitas pembangkit. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar area bendungan," terang Irsyad


“Dalam rangka persiapan pengoperasian bendungan, kami juga telah melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada berbagai pemangku kepentingan, antara lain unsur Forkopimda, pemerintah kecamatan, reje kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat, pelaku UMKM, serta pihak terkait lainnya dan menyampaikan berbagai informasi kepada pemerintah daerah serta masyarakat terkait fungsi bendungan dan pentingnya menjaga fasilitas ini bersama-sama agar dapat beroperasi secara aman dan berkelanjutan," pungkasnya.


Beroperasinya PLTA Peusangan diharapkan dapat semakin meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Aceh dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Aceh Tengah.


Sebagai PLTA terbesar yang saat ini dibangun di Provinsi Aceh, proyek ini menjadi bagian penting dari upaya PLN dalam mendukung pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), memperkuat ketahanan energi daerah, serta menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat. (WM01)