PLN Perkuat Kapasitas Masyarakat Sekitar PLTA Asahan 3 Melalui Pelatihan Agro-Elektro Organik Terpadu




TOBA | incomenews.id, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) melalui Unit Pelaksana Proyek Sumatera Bagian Utara 4 (UPP SBU 4) terus berkomitmen mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Pelatihan Agro-Elektro Organik Terpadu (AEO-Terpadu) bagi Kelompok Tani Bintang Jaya yang diselenggarakan pada 22–23 Mei 2026 di Desa Meranti Utara, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba.


Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi sumber daya lokal secara produktif dan berkelanjutan. Melalui pelatihan yang menghadirkan narasumber dari Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI), peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis terkait pembuatan kompos, pembuatan permen jilat sapi, serta pemanfaatan pelepah sawit sebagai pakan ternak.


Sebelum pelaksanaan pelatihan, PLN bersama tim pendamping melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan, potensi sumber daya setempat, serta kebutuhan masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan materi pelatihan yang diberikan sesuai dengan karakteristik dan potensi yang dimiliki masyarakat Desa Meranti Utara.


Ketua Kelompok Tani Bintang Jaya, Belsasar Siagian, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam meningkatkan kapasitas kelompok tani dan masyarakat melalui program pelatihan tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam kegiatan pertanian dan peternakan. Pelatihan ini memberikan wawasan yang bermanfaat bagi anggota kelompok tani untuk mengoptimalkan potensi yang ada di lingkungan sekitar dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Meranti Utara," ujar Belsasar.


General Manager PLN UIP SBU, Rizki Aftarianto, Kamis (25/6/2026) menyampaikan bahwa program TJSL PLN tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

"PLN meyakini bahwa pemberdayaan masyarakat akan memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan ketika diiringi dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Melalui Pelatihan Agro-Elektro Organik Terpadu ini, PLN berupaya mendukung masyarakat dalam mengembangkan kapasitasnya untuk mengelola potensi lokal secara lebih optimal, sehingga dapat menciptakan nilai tambah bagi lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat," ungkap Rizki.


Manager PLN UPP SBU 4, Parlindungan, menambahkan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung pengembangan kompetensi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

"Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengimplementasikan keterampilan yang diperoleh untuk mendukung aktivitas pertanian dan peternakan yang lebih produktif. Dengan meningkatnya kapasitas masyarakat, diharapkan potensi lokal yang dimiliki Desa Meranti Utara dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan," pungkas Parlindungan.


Melalui program TJSL yang berkelanjutan, PLN berharap dapat terus mendukung penguatan kapasitas masyarakat, mendorong pemanfaatan potensi lokal secara optimal, serta menciptakan kemandirian masyarakat yang berkelanjutan di sekitar wilayah operasional perusahaan. (WM01)