![]() |
ACEH | incomenews.id, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) melalui Unit Pelaksana Proyek Sumatera Bagian Utara 1 (UPP SBU 1) terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Kali ini, PLN UIP SBU mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui pembangunan ruang belajar serta penyelenggaraan pelatihan tanggap darurat gempa bumi dan kebakaran bagi santri dan masyarakat di lingkungan Pesantren Darul Muhsinin, Desa Pante Geulima, Provinsi Aceh, 18 Juni 2026.
Program tersebut merupakan implementasi kolaborasi antara PLN UIP SBU dan Pesantren Darul Muhsinin dalam mendukung tersedianya sarana belajar yang lebih layak sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Selain pembangunan ruang belajar, PLN juga menghadirkan pelatihan tanggap darurat yang diikuti para santri, tenaga pendidik, serta masyarakat sekitar dengan menghadirkan instruktur yang berpengalaman di bidang mitigasi bencana.
Pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penyelamatan diri, prosedur evakuasi, serta penanganan awal ketika terjadi gempa bumi maupun kebakaran. Edukasi tersebut menjadi penting mengingat Provinsi Aceh merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana geologi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Manager PLN UPP SBU 1 beserta pegawai dan volunteer PLN, jajaran pengurus Pesantren Darul Muhsinin, pemerintah Desa Pante Geulima, tokoh masyarakat, serta para santri yang menjadi peserta pelatihan.
Pimpinan Pesantren Darul Muhsinin, Waled Khairul Adnan AB, menyampaikan apresiasi atas perhatian PLN terhadap dunia pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat di lingkungan pesantren.
"Program yang diberikan PLN sangat bermanfaat bagi kami. Pembangunan ruang belajar akan mendukung terciptanya proses belajar mengajar yang lebih nyaman, sementara pelatihan tanggap darurat memberikan pengetahuan dan keterampilan yang sangat dibutuhkan oleh para santri maupun masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Kami berharap kepedulian PLN seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi lebih banyak masyarakat," ujar Waled Khairul Adnan AB.
General Manager PLN UIP SBU, Rizki Aftarianto, Selasa (30/6/2026) mengatakan bahwa program TJSL PLN dirancang untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan ketangguhan masyarakat.
"PLN percaya bahwa keberadaan infrastruktur ketenagalistrikan harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu, melalui program TJSL ini kami menghadirkan dukungan terhadap sektor pendidikan sekaligus membangun budaya kesiapsiagaan bencana. Harapannya, para santri tidak hanya memperoleh fasilitas belajar yang lebih baik, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi situasi darurat sehingga mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan," ungkap Rizki.
Manager PLN UPP SBU 1, Bondan Pakso Dandu, menambahkan bahwa program tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
"Kami berharap bantuan pembangunan ruang belajar dan pelatihan mitigasi bencana ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Pesantren Darul Muhsinin dan masyarakat sekitar. Melalui kolaborasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, PLN akan terus menghadirkan program-program TJSL yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan di wilayah Aceh," tutup Bondan.
Program ini merupakan bagian dari komitmen PLN UIP SBU dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan melalui bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kesiapsiagaan bencana. PLN berharap kehadirannya tidak hanya mendukung penyediaan listrik yang andal, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. (WM01)
