Pulihkan Keandalan Listrik Pascabencana, PLN Energize Jalur Transmisi 150 kV Sibolga–Martabe





SIBOLGA | incomenews.id, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) berhasil menyelesaikan pekerjaan keadaan darurat (Emergency) dan melakukan energize Jalur Transmisi 150 kV Sibolga–Martabe sebagai bagian dari upaya pemulihan permanen infrastruktur ketenagalistrikan di Sumatera Utara pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada November–Desember 2025.


Keberhasilan tersebut ditandai dengan beroperasinya Jalur Transmisi 150 kV Sibolga–Martabe Line #1 pada Selasa (27/10) pukul 16.03 WIB. Sebelumnya, Line #2 telah berhasil dioperasikan pada 24 Oktober 2026 pukul 17.56 WIB. Dengan beroperasinya kedua sirkit tersebut, pekerjaan konstruksi permanen pada jalur transmisi ini telah mencapai progres 100 persen.


Pekerjaan ini merupakan tindak lanjut komitmen PLN dalam memulihkan sistem kelistrikan Sumatera Utara yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025. Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan serius pada sejumlah infrastruktur ketenagalistrikan, termasuk tower transmisi 150 kV yang mengalami tumbang sehingga berdampak pada terganggunya penyaluran tenaga listrik.


Sebagai langkah pemulihan permanen, PLN melaksanakan pembangunan instalasi dan konstruksi baru pada sejumlah titik tower, yakni T.12N, T.14N dan T.52N, serta pekerjaan perkuatan pada tower T.51. Pembangunan dilakukan melalui perencanaan dan kajian teknis yang komprehensif, termasuk survei jalur transmisi dan pengujian sondir tanah, guna memastikan konstruksi yang dibangun memenuhi standar keamanan, keselamatan dan keandalan operasional.


Kepala Desa Aek Garut, Donal Eben Pakpahan, menyampaikan apresiasi atas upaya PLN dalam memulihkan infrastruktur kelistrikan di wilayah Sibolga dan sekitarnya. Menurutnya, keandalan pasokan listrik memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat serta keberlangsungan berbagai layanan publik.


“Kami mengapresiasi upaya PLN yang telah bekerja keras memulihkan jalur transmisi ini. Ketersediaan listrik sangat penting bagi kehidupan masyarakat, mulai dari aktivitas sehari-hari, kegiatan ekonomi, hingga pelayanan fasilitas umum. Dengan kembali beroperasinya jalur transmisi Sibolga–Martabe, kami berharap pasokan listrik semakin andal sehingga masyarakat, khususnya di Desa Aek Garut, dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan produktif,” ungkap Donal.


Camat Pandan, Khairunnisah Ritonga, turut menyampaikan apresiasi kepada PLN atas keberhasilan pemulihan dan pengoperasian kembali Jalur Transmisi 150 kV Sibolga–Martabe. Ia menilai, pemulihan infrastruktur kelistrikan merupakan langkah penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, memperlancar pelayanan pemerintahan, serta mendorong kembali pertumbuhan ekonomi di wilayah Kecamatan Pandan dan sekitarnya.


“Kami menyambut baik dan mengapresiasi langkah PLN yang telah menyelesaikan pemulihan jalur transmisi Sibolga–Martabe. Pasokan listrik yang andal merupakan kebutuhan mendasar masyarakat dan sangat berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta pelayanan publik. Kami berharap dengan kembali beroperasinya jalur transmisi ini, keandalan listrik di wilayah Kecamatan Pandan dan sekitarnya semakin meningkat. Terima kasih kepada PLN dan seluruh pihak yang telah bekerja keras serta bersinergi dalam proses pemulihan ini,” ujar Khairunnisah.


General Manager PLN UIP SBU, Rizki Aftarianto, Rabu (4/11/2026) menyampaikan bahwa keberhasilan energize ini merupakan wujud komitmen PLN dalam memastikan infrastruktur ketenagalistrikan yang terdampak bencana dapat kembali beroperasi secara permanen dan andal.


“Pemulihan jalur transmisi 150 kV Sibolga–Martabe bukan sekadar menyelesaikan pembangunan infrastruktur, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. Kami memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan melalui perencanaan dan kajian teknis yang matang dengan mengutamakan aspek keselamatan, kualitas konstruksi, serta keandalan sistem dalam jangka panjang,” ujar Rizki.


Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi seluruh unit PLN serta dukungan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pemulihan infrastruktur ketenagalistrikan pascabencana.


“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelesaian pekerjaan ini. Sinergi dan koordinasi yang kuat menjadi faktor penting sehingga pembangunan dapat diselesaikan dengan baik dan jalur transmisi kembali beroperasi sesuai dengan kebutuhan sistem kelistrikan,” pungkas Rizki.


Sementara itu, Manager Unit Pelaksana Proyek Sumatera Bagian Utara 4 (UPP SBU 4), Donni Emmeri, menjelaskan bahwa pekerjaan keadaan darurat ini telah dimulai sejak pekerjaan pembebasan lahan tapak tower dilaksanakan mulai bulan januari 2026 yang kemudian berlanjut pada pelaksanaan pembangunan konstruksi dilakukan secara terencana dengan memperhatikan kondisi lapangan dan standar teknis konstruksi transmisi.


“Pekerjaan ini memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam memastikan pembangunan tower baru dan perkuatan struktur eksisting dapat memenuhi persyaratan teknis serta standar keselamatan yang berlaku. Melalui koordinasi intensif bersama tim teknis, kontraktor pelaksana dan seluruh pihak terkait, kami berhasil menuntaskan konstruksi hingga mencapai progres 100 persen dan melaksanakan energize kedua sirkit secara bertahap,” jelas Donni.


Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengoperasian kembali jalur transmisi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Sibolga dan Martabe, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat dan berbagai sektor pelayanan publik.


Secara teknis, Jalur Transmisi 150 kV Sibolga–Martabe memiliki panjang sekitar 4,13 kilometer sirkit (kms). Pada saat energize, Line #2 tercatat beroperasi dengan beban 34,6 MW dan tegangan 154/154/152 kV. Sementara itu, Line #1 beroperasi dengan beban 22,8 MW dan tegangan 156/154/153 kV.


Pekerjaan konstruksi permanen ini dilaksanakan oleh PT Hasta Prajatama dengan melibatkan berbagai unit PLN, di antaranya PLN P3BS, PLN UPT Padang Sidempuan, PLN UP2B SBU, PLN Pusmanpro UPMK IV, PLN UP3 Sibolga, PLN UP2D Sumatera Utara, serta PLN ULTG Padang Sidempuan.


Selain itu, penyelesaian pekerjaan juga didukung oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (KEJATISU), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA), serta aparat keamanan TNI yang turut mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.


Dengan kembali beroperasinya Jalur Transmisi 150 kV Sibolga–Martabe Line #1 dan Line #2, PLN terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sumatera Utara, khususnya di wilayah Sibolga dan sekitarnya. Pemulihan ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat, operasional fasilitas umum, layanan kesehatan, jaringan telekomunikasi, serta aktivitas ekonomi daerah.


Melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang tangguh dan berkelanjutan, PLN berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal sekaligus mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (WM01)